Permintaan Pasar Ekspor Industri Pertahanan Meningkat Tajam, Prabowo Dampingi Jokowi Cek Pindad

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 25 Juli 2023 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Jokowi mengunjungi fasilitas produksi munisi PT Pindad didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri BUMN Erick Thohir. (Dok. Tim Media Prabowo Subianto)

Presiden Jokowi mengunjungi fasilitas produksi munisi PT Pindad didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri BUMN Erick Thohir. (Dok. Tim Media Prabowo Subianto)

INFOEKONOMI.COM – Presiden Jokowi mengunjungi fasilitas produksi munisi PT Pindad, di Turen, Malang, Senin, 24 Juli 2023.

Kunjungan dilakukan karena adanya permintaan pasar ekspor yang meningkat tajam di industri pertahanan.

“Setiap kunjungan saya ke negara lain, mereka selalu menanyakan mengenai barang ini, peluru ini. Saat ini dunia kekurangan peluru,” kata Presiden Jokowi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena hal ini Presiden yang datang didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri BUMN Erick Thohir ingin melihat prospek produk-produk buatan PT Pindad secara langsung.

Baca artikel lainnya di sini: Presiden Jokowi Ajak Prabowo Subianto dan Erick Thohir ke Pabrik Pindad di Malang, Jawa Timur

“Ya memang utamanya kami bertiga dengan Pak Menhan dan Pak Menbumn ingin mengunjungi Pindad karena permintaan dari pasar ekspor meningkat sangat tajam.”

“Jadi nanti kami akan rapat dengan komisaris utama semuanya ingin memutuskan ke arah mana Pindad ini akan dibawa.”

“Karena memang ada sebuah deman permintaan yang sangat besar sekali dari luar untuk eskpor ya,” kata Presiden Jokowi.

Ia pun mengakui ketika mendapatkan Penanaman Modal Nasional, produksi PT Pindad untuk peluru mengalami peningkatan.

“Sebelum diberi Penanaman Modal Nasional, produksi PT Pindad untuk peluru ini sebanyak 275 juta peluru.”

“Sesudah diberikan PMN 700 milyar, produksi meningkat 415 juta peluru. Hampir 2 kali lipat karena memiliki line tambahan dari PMN yang telah kita berikan,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi pun menggaris bawahi bahwa industri pertahanan Indonesia memiliki prospek yang baik dan harus dikembangkan, baik yang berkaitan dengan peluru maupun kendaraan dan senjata karena permintaannya banyak.

Lebih lanjut Presiden Jokowi menyampaikan saran agar PT Pindad mencari mitra agar pengembangan lebih baik lagi.

Fasilitas produksi munisi PT Pindad terdiri dari Area Produksi Munisi Kaliber Kecil, Area Produksi Munisi Khusus (Pyrotechnics), Area Produksi Detonator, Area Produksi Munisi Kaliber Besar & Roket hingga Lapangan Balistik 200 m & 1.000 m.

Produk-produk PT Pindad telah memiliki nilai TKDN rata-rata di atas 50%, terutama pada produk munisi kaliber kecil.***

Berita Terkait

PR Newswire – PSPI Wujudkan Model Distribusi Press Release Baru untuk Ribuan Media di Indonesia
PROPAMI Rumuskan Arah Baru Penguatan Profesi Pasar Modal
Akuisisi BCA dan Keadilan Publik: Dari Ongkos 1998 ke Kontribusi Sistemik Kini
Sentimen Dunia Negatif, CSA Index September 2025 Koreksi
Bulog Gelontorkan 1,3 Juta Ton SPHP, Inflasi Pangan Reda
Harga Pangan Melunak, Inflasi Nasional 2,31 Persen di Agustus
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Tren Pembiayaan Konsumer BSI Menguat di Tengah Tantangan Ekonomi

Berita Terkait

Rabu, 19 November 2025 - 13:57 WIB

PR Newswire – PSPI Wujudkan Model Distribusi Press Release Baru untuk Ribuan Media di Indonesia

Senin, 29 September 2025 - 19:21 WIB

PROPAMI Rumuskan Arah Baru Penguatan Profesi Pasar Modal

Minggu, 14 September 2025 - 05:42 WIB

Akuisisi BCA dan Keadilan Publik: Dari Ongkos 1998 ke Kontribusi Sistemik Kini

Sabtu, 13 September 2025 - 00:13 WIB

Sentimen Dunia Negatif, CSA Index September 2025 Koreksi

Selasa, 9 September 2025 - 08:12 WIB

Bulog Gelontorkan 1,3 Juta Ton SPHP, Inflasi Pangan Reda

Berita Terbaru

dok. freepik.com

Lifestyle

7 Daftar Game PC dan PS Baru 2026 yang Wajib Masuk Wishlist!

Selasa, 27 Jan 2026 - 20:57 WIB