INFOEKONOMI.COM – Menteri Pertahanan sekaligus kandidat Calon Presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto menekankan rencana kebijakannya soal lingkungan, yaitu swasembada energi terbarukan dalam wujud biosolar.
Biosolar yang hendak didorong Prabowo Subianto adalah yang bersumber dari tanaman seperti kelapa sawit, di mana Indonesia adalah salah satu produsen kelapa sawit terbesar di dunia.
“Hebatnya swasembada BBM dari energi terbarukan, dari mana? Kita sekarang produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Produksi kita mungkin 25jt ton sekitar itu.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kebutuhan kita 6-7 juga untuk minyak goreng, sisanya bisa kita pakai untuk solar,” kata Prabowo dalam kata sambutannya saat hadiri acara Deklarasi Dukungan ‘Matahari 08’ di Jakarta Selatan, Minggu (15/10/2023) sore.
Adapun, produsen Bio Diesel yang bersumber dari tanaman itu tidak akan membuat polusi ataupun mencemarkan lingkungan, sehingga sangat baik untuk digunakan.
Baca artikel lainnya di sini: Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Sebut Indonesia Dukung Perjuangan Palestina Sampai Merdeka
Apalagi Indonesia juga bisa memproduksi bensin pertamax yang bersumber dari bahan baku tebu yang menghasilkan etanol.
Baca Juga:
CGTN: G20 Digelar di Afrika: Tiongkok Serukan Persatuan, Tolak Perpecahan
SERES Pamerkan Berbagai Inovasi Terdepan di Ajang Auto Guangzhou, Tetapkan Arah Masa Depan
“Ternyata, kita bisa bikin bensin pertamax dan sebagainya dari etanol dan etanol kita bisa dapet dari mana?”
“Dari tebu, bio etanol dari tebu dan rencana kita kita akan tanam tebu dalam skala yang besar jadi kita potensi 100%.” jelas Prabowo Subianto.
Dengan demikian, menurut Prabowo Subianto, Indonesia akan bisa mandiri dan menghasilkan energi sendiri yang lebih ramah lingkungan.
“Bisa menghasilkan energi kita sendiri tidak merusak lingkungan tidak timbulkan polusi karena ini bio ya. Dan juga kita tidak perlu impor bbm dari negara manapun di dunia.” ujar Prabowo Subianto.***
Baca Juga:
GAC Luncurkan “Empat Mesin Pertumbuhan” yang Membangun GAC Baru di Ajang Guangzhou Auto Show 2025
Lebih dari 300 Peserta Ikuti Diskusi tentang Kerja sama Hukum Tiongkok-ASEAN di Chongqing







