Oleh: Syafril Sjofyan, Pengamat Kebijakan Publik, Aktivis Pergerakan 77-78, Sekjen FKP2B
INFOEKONOMI.COM – Sri Mulyani, SMI demikian dia dikenal. Jabatan keren Menkeu di era SBY dan era JKW.
Melalui wawancara TV dengan “kebanggaan” menyatakan dia rangkap jabatan. Rangkap 30. Luar Biasa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui pengalaman yang malang melintang di ladang uang. Pasti SMI paham tahu betul ada larangan rangkap jabatan.
Larangan pejabat untuk rangkap jabatan di atur dalam Pasal 17 UU Nomor 25/2009 tentang Pelayanan Publik. Rupanya ada “kebanggaan” melanggar UU.
Melabrak Pagar sering dilakukannya ketika kasus Century era SBY, SMI “merugikan” negara 6,7 Triliun. Diselamatkan oleh Bank Dunia.
SMI seperti tak Peduli UU, rangkap 30 jabatan. Mabok.
Baca Juga:
7 Daftar Game PC dan PS Baru 2026 yang Wajib Masuk Wishlist!
CGTN: G20 Digelar di Afrika: Tiongkok Serukan Persatuan, Tolak Perpecahan
Tidak kurang memabukan 39 Pejabat Kemenkeu Merangkap Jabatan. Tentu se ijin atasannya SMI.
Kontak Pandora dibuka oleh anak muda bernama Mario yang secara Sadis melakukan penyiksaan kepada seorang anak.
Mario anak Pejabat Tinggi yang kayanya “tidak ketulungan”. Gegara anak berbuat sadis terungkap “kebobrokan” Kemenkeu.
KPK “terpaksa turun tangan” menyelidik bapaknya. Kekayaan yg minta ampun. Luar Biasa.
Baca Juga:
SERES Pamerkan Berbagai Inovasi Terdepan di Ajang Auto Guangzhou, Tetapkan Arah Masa Depan
GAC Luncurkan “Empat Mesin Pertumbuhan” yang Membangun GAC Baru di Ajang Guangzhou Auto Show 2025
Lebih dari 300 Peserta Ikuti Diskusi tentang Kerja sama Hukum Tiongkok-ASEAN di Chongqing
Tidak hanya Bapaknya Mario, tapi ada pejabat lain yang juga anak buahnya SMI.
Juga luar biasa kekayaannya. Mereka anak buah SMI berlomba pamer kaya.
Ulah anak buahnya SMI itu. Membuat semua pejabat Depkeu kalang kabut, berusaha menyembunyikan harta.
SMI Menteri “kesayangannya” Jokowi, terbukti dengan 30 rangkapan jabatan.
Melanggar UU juga dibiarkan. Ikan busuk dari Kepalanya. Apakah aroma “kebusukan” dari SMI dan JKW?.
Mahfud MD sang Menkopolhukam, “berang” ada kejanggalan 300 Triliun di Kemenkeu.
Baca Juga:
LEPAS L8 Hadirkan Pengalaman Berkendara yang Elegan dan Nyaman untuk Setiap Perjalanan Keluarga
Waduh. Kasus luar biasa besarnya. Kasus Jiwasraya, Asabri yang puluhan Triliun tidak seberapa.
Lalu apa yang harus diperbuat oleh Masyarakat, yang uang pajak mereka “dirampok” secara brutal, membuat rakyat menderita dengan kenaikan BBM, subsidi dicabut.
Jalan yang bijak adalah tunda pembayaran Pajak sampai batas, dimana Menkeu SMI harus melakukan tindakan terhadap dirinya (harakiri?)
Dan anak buahnya diberhentikan, resiko rangkap jabatan karena sudah melanggar UU.
Telah merugikan Negara, memperkaya diri dan kelompok anak buahnya.
Lebih bijak lagi jika kepala yang busuk dibuang saja.***










